Bismillahirrohmanirrohiem
7 Tanda Diterimanya Do'a "Rabbana atina fiddunya hasanah wa fil akhiroti hasanah waqina 'adzabannar"
("Ya Tuhan kami, berilah kami kebaikan di dunia dan kebaikan di akhirat dan peliharalah kami dari siksa neraka".) QS. Al Baqoroh 201.
1. Senantiasa Bersyukur Atas Nikmat dan Karunia Dari Alloh Subhanahu wa Ta'ala
2. Istiqomah Dalam menjalanan Ibadah (Wajib maupun Sunnah)
3. Dikaruniai Keluarga Yang Solihah, Sakinah Mawaddah wa Rohmah (Istri yang Solihah, Putra/Putri yang Soleh/Solihah, serta Family Yang Baik)
4. Dikumpulkan Dengan Masyarakat/Lingkungan Yang Sholeh
5. Dikaruniai Rizki Yang Halal dan Barokah
6. Senantiasa Gemar/Semangat Mencari Ilmu-Ilmu Agama Untuk meningkatkan Ibadah Kepada Allah.
7. Sabar Dalam Menjalani Kehidupan (Sabar Menjalankan PerintahNya dan Menjauhi LaranganNya, Sabar Dalam Mencari KaruniaNya, Sabar Dalam Menjalani UjianNya, Sabar Dalam Musibah) disertai dengan keikhlasan semata-mata mengharap Ridho Alloh Subhanahu wa Ta'ala.
Waminallahi at taufiq wal hidayah.
Wallahu a'lam.
Jumat, 07 November 2008
Minggu, 02 November 2008
Sang Waktu
Waktu………………
Membawa kita ke dunia ini
Mengenalkan apa yang terlintas
Memberikan kita kesan dan makna
Canda tawa, tangis, suka, duka….
Kesedihan mendalam, duka tak terperikan
Kegembiraan dan kebahagiaan yang meluap-luap
Penyesalan, Harapan, Hikmah, dan Kesadaran
Datang silih berganti bersama datang dan perginya sang waktu
Dan akhirnya……………
Membawa kita kembali padaNya
Beruntunglah ……..
Wahai sang penjaga waktu
Menjaga waktu bersamaNya
Selamanya…………….
Oleh : Didik Ismawanto
www.kabarindonesia.com
Membawa kita ke dunia ini
Mengenalkan apa yang terlintas
Memberikan kita kesan dan makna
Canda tawa, tangis, suka, duka….
Kesedihan mendalam, duka tak terperikan
Kegembiraan dan kebahagiaan yang meluap-luap
Penyesalan, Harapan, Hikmah, dan Kesadaran
Datang silih berganti bersama datang dan perginya sang waktu
Dan akhirnya……………
Membawa kita kembali padaNya
Beruntunglah ……..
Wahai sang penjaga waktu
Menjaga waktu bersamaNya
Selamanya…………….
Oleh : Didik Ismawanto
www.kabarindonesia.com
Minggu, 26 Oktober 2008
Setitik Saja

Dimanakah kini….
Kan ku temukan setitik saja
Air kehidupan
Pelepas dahaga raga ini
Kosong…
Danau-danau mengering
Sungai-sungai kering kerontang
Sejauh mata memandang hanyalah padang gersang
Dimanakah kini…..
Kan kutemukan setitik saja
Air penyejuk hati
Pelepas dahaga jiwa ini
Kosong…
Yang tertinggal hanya jiwa-jiwa mati
Penuh iri dengki dan ambisi
Tiada rasa saling mengisi dan berbagi
Dimanakah kan kucari…
Setitik saja
Oleh :
Didik Ismawanto 23-Okt-2008, 13:45:34 WIB
[www.kabarindonesia.com]
Minggu, 03 Agustus 2008
Afirmasi...... Nuansa Ketakwaan dan Kemaslahatan
A'udzubillahi minasyaitonirrojiem
Bismillahirrohmanirrohim
"Dan Aku tidak menciptakan jin dan manusia melainkan supaya mereka menyembah-Ku."
QS. Adz dzariyat 56.
Dzikir Hati
Bismillahirrohmanirrohim
"Dan Aku tidak menciptakan jin dan manusia melainkan supaya mereka menyembah-Ku."
QS. Adz dzariyat 56.
Dzikir Hati
Ya Alloh... Karuniakanlah kepada kami, setiap detak degup jantung kami adalah dzikir kepadaMu...Allah...Allah...Allah...Allah.. yang tiada terputus, dengan penuh kesadaran dan hurmat ta'dhiem.
Dzikir Lisan
Ya Alloh... Karuniakanlah kepada kami, lisan kami selalu basah dengan dzikir kepadaMu...Allah...Allah...Allah...Allah.. yang tiada terputus, dengan penuh kesadaran dan hurmat ta'dhiem.
Dzikir Tubuh
Ya Alloh... Karuniakanlah kepada kami, setiap gerak langkah kami, setiap gerak tubuh kami adalah dzikir kepadaMu...Allah...Allah...Allah...Allah.. yang tiada terputus, dengan penuh kesadaran dan hurmat ta'dhiem. Jadikanlah setiap pandangan mata kami sebagai ibroh, setiap pendengaran kami mampu mengambil manfaat, serta lisan kami berbicara kebaikan dan nasihat serta kasih sayang di antara hambaMu.
Nafas Kesadaran
Ya Alloh... Karuniakanlah kepada kami, setiap tarikan dan hembusan nafas kami adalah dzikir kepadaMu...Allah...Hu...Allah...Hu.. yang tiada terputus, dengan penuh kesadaran dan hurmat ta'dhiem.
Ilham Ketakwaan
Ya Alloh... Karuniakanlah kepada kami ilham ketakwaan, kemaslahatan, kemanfaatan dan kebaikan. Berilah kekuatan dan kemampuan kepada kami untuk senantiasa mendo'akan kebaikan dan ampunan kepada orang-orang yang kami temui baik dengan mata fisik maupun dalam angan.
Bertaubat
Ya Alloh...Ampunilah segala dosa-dosa kami, baik dhohir maupun batin, yang tampak maupun yang terselubung dan tersembunyi dalam lubuk hati kami yang paling dalam , yang sengaja maupun yang tidak sengaja. Engkaulah Dzat Yang Maha Pengampun dan Penyayang.
Bersyukur
Ya Alloh... kami bersyukur atas segala nikmat dan KaruniaMu, nikmat Islam, Iman dan Ihsan, ilmu yang bermanfaat, kesehatan lahir dan batin, rizki yang halal dan barokah, keluarga yang bahagia dan sejahtera, lingkungan masyarakat yang soleh, serta kehormatan sebagai Ummat NabiMu Tercinta Nabiyyina Wa Habibina Muhammad Sollallahu 'Alaihi Wa Sallam.
Waminallahi at taufiq wal hidayah.
Wallahu a'lam.
Senin, 23 Juni 2008
Berhemat Menggunakan Air Dalam Berwudhu
A'udzubillahi minasy syaitonirrojiem
Bismillahirrohmanirrohiem
21:30. Dan apakah orang-orang yang kafir tidak mengetahui bahwasanya langit dan bumi itu keduanya dahulu adalah suatu yang padu, kemudian Kami pisahkan antara keduanya. Dan dari air Kami jadikan segala sesuatu yang hidup. Maka mengapakah mereka tiada juga beriman?
122. Anas berkata, "Nabi Muhammad صلی الله عليه وسلم mandi dengan satu sha' (empat mud) sampai lima mud dan beliau berwudhu dengan satu mud."
(keterangan : 1 mud= +/- 675 gram / 0.6875 ltr)
Air adalah sumber kehidupan, seyogyanya kita mempergunakannya dengan bijaksana.
Hikmah dibalik berwudhu menggunakan air yang sedikit.
Ternyata menggunakan air yang sedikit, atau air yang dialirkan dengan aliran yang kecil ketika berwudhu, dengan tidak sadar akan mendorong kita untuk meratakannya kepada seluruh anggota wudhu yang dibasuh dengan hati-hati, sehingga dapat diperoleh hikmah :
1. Tidak tergesa-gesa ketika berwudhu
yang artinya berwudhu penuh dengan kesadaran, sehingga menyempurnakannya
Hadis riwayat Abu Hurairah رضي الله عنه, ia berkata:Rasulullah صلی الله عليه وسلم bersabda: Kalian adalah orang-orang yang memiliki cahaya muka, cahaya tangan dan cahaya kaki pada hari kiamat, karena penyempurnaan wudu. Maka barang siapa di antara kalian yang mampu, hendaklah ia memanjangkan cahaya putih tersebut
2. Dengan meratakan air kepada anggota wudhu, secara tidak sadar kita telah memijat-mijat anggota wudhu, sehingga dapat merilekskan syaraf-syaraf yang tegang setelah beraktifitas, atau menggugah syaraf-syaraf ketika bangun tidur sehingga menjadi fresh. (Hydrotherapy/terapi air).
Wa minallohi at taufiq wal hidayah
wallohu a'lam
Blitar, 23 Juni 2008
Minggu, 22 Juni 2008
Waladzikrullohi akbar
A'udzubillahi minasy syaitonirrojiem
Bismillahirrohmanirrohiem
29:45. Bacalah apa yang telah diwahyukan kepadamu, yaitu Al Kitab (Al Qur'an) dan dirikanlah salat. Sesungguhnya salat itu mencegah dari (perbuatan-perbuatan) keji dan mungkar. Dan sesungguhnya mengingat Allah (salat) adalah lebih besar (keutamaannya dari ibadah-ibadah yang lain). Dan Allah mengetahui apa yang kamu kerjakan.
2:152. Karena itu, ingatlah kamu kepada-Ku niscaya Aku ingat (pula) kepadamu, dan bersyukurlah kepada-Ku, dan janganlah kamu mengingkari (nikmat)-Ku.
.............................. Dan sesungguhnya mengingat Allah adalah lebih besar.
33:56. Sesungguhnya Allah dan malaikat-malaikat-Nya bershalawat untuk Nabi. Hai orang-orang yang beriman, bersalawatlah kamu untuk Nabi dan ucapkanlah salam penghormatan kepadanya.
.............................. Dan sesungguhnya mengingat Allah adalah lebih besar.
Dari Ibnu Mas'ud bahwa Rasulullah صلی الله عليه وسلم bersabda: "Sesungguhnya orang yang paling dekat denganku pada hari kiamat ialah orang yang paling banyak membaca sholawat kepadaku."
Riwayat Tirmidzi. Hadits shahih menurut Ibnu Hibban.
Hadis riwayat Abu Hurairah رضي الله عنه, ia berkata:Rasulullah صلی الله عليه وسلم bersabda: Allah Taala berfirman: Aku sesuai dengan persangkaan hamba-Ku terhadap-Ku dan Aku selalu bersamanya ketika dia mengingat-Ku. Apabila dia mengingat-Ku dalam dirinya, maka Aku pun akan mengingatnya dalam diri-Ku. Apabila dia mengingat-Ku dalam suatu jemaah manusia, maka Aku pun akan mengingatnya dalam suatu kumpulan makhluk yang lebih baik dari mereka. Apabila dia mendekati-Ku sejengkal, maka Aku akan mendekatinya sehasta. Apabila dia mendekati-Ku sehasta, maka Aku akan mendekatinya sedepa. Dan apabila dia datang kepada-Ku dengan berjalan, maka Aku akan datang kepadanya dengan berlari . HR Muslim.
.............................. Dan sesungguhnya mengingat Allah adalah lebih besar.
Dari Muadz Ibnu Jabal رضي الله عنه bahwa Rasulullah صلی الله عليه وسلم bersabda: "Amal yang diperbuat anak Adam tidak ada yang menyelamatkannya dari adzab Allah selain dzikir kepada Allah."
Riwayat Ibnu Abu Syaibah dan Thabrani dengan sanad hasan.
.............................. Dan sesungguhnya mengingat Allah adalah lebih besar.
Waminallohi at taufiq wal hidayah
Wallohu a'alam
Blitar, 23 Juni 2008
Selasa, 10 Juni 2008
Sosio-Fisika
A'udzubillahi minasy syaitonirrojiem
Bismillahirrohmanirrohiem
7:96. Jika sekiranya penduduk negeri-negeri beriman dan bertakwa, pastilah Kami akan melimpahkan kepada mereka berkah dari langit dan bumi, tetapi mereka mendustakan (ayat-ayat Kami) itu, maka Kami siksa mereka disebabkan perbuatannya.
Kita memang tidak hidup sendirian di dunia ini. Ada ayah, bunda, kakek, nenek, istri/suami, anak, kakak, adik, paman, bibi, saudara, dst, yang disebut keluarga, kemudian ada tetangga, masyarakat desa, kota, dst propinsi dan negeri. Yang mungkin tanpa kita sadari perbuatan antara satu dengan yang lainnya baik individu maupun orang banyak / masyarakat bisa jadi mempunyai pengaruh langsung maupun tidak langsung, baik kepada manusia maupun alam sekitar (alam fisik).
Mungkin pengaruh pengaruh tersebut sudah diketahui oleh sebagian besar manusia, dan mungkin juga banyak yang menganggapnya angin lalu alias acuh tak acuh. Tingkah laku manusia (baik/buruk) mungkin berpengaruh sehingga mempengaruhi medan energi/materi yang ada disekitarnya sebagai respon terhadap tindakan mereka, sehingga menimbulkan hubungan timbal balik.
Dalam sosiofisika dapat diketahui pengaruh perbuatan manusia secara individu maupun secara kolektif terhadap lingkungan disekitarnya, apakah ia akan memperoleh respon positif (kebaikan) apakah akan memperoleh respon negatif (bencana, musibah, azab).
Manusia dan agama
Agama memberikan panduan manusia untuk senantiasa berbuat baik, untuk diri sendiri, keluarga, masyarakat, lingkungan alam, yang sebenarnyalah untuk kebaikan manusia itu sendiri karena akan memperoleh respon positif kembali dari usaha yang telah dilakukannya yang kemudian dikenal sebagai barokah, rahmat, karunia. sebaliknya mencegah dari perbuatan kerusakan, baik individu maupun kolektif agar tidak memperoleh respon negatif dari lingkungannya, yang kemudian dikenal sebagai bencana, musibah, maupun azab, karena alam ini mengikuti hukum Sunnatulloh yang telah ditetapkanNYA.
28:77. Dan carilah pada apa yang telah dianugerahkan Allah kepadamu (kebahagiaan) negeri akhirat, dan janganlah kamu melupakan bahagianmu dari (kenikmatan) duniawi dan berbuat baiklah (kepada orang lain) sebagaimana Allah telah berbuat baik kepadamu, dan janganlah kamu berbuat kerusakan di (muka) bumi. Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang berbuat kerusakan.
Membuat kerusakan menuai azab dan bencana
10:13. Dan sesungguhnya Kami telah membinasakan umat-umat yang sebelum kamu, ketika mereka berbuat kelaliman, padahal rasul-rasul mereka telah datang kepada mereka dengan membawa keterangan-keterangan yang nyata, tetapi mereka sekali-kali tidak hendak beriman. Demikianlah Kami memberi pembalasan kepada orang-orang yang berbuat dosa.
11:102. Dan begitulah azab Tuhanmu, apabila Dia mengazab penduduk negeri-negeri yang berbuat zalim. Sesungguhnya azab-Nya itu adalah sangat pedih lagi keras.
Sinyal / peringatan Tuhan
26:208. Dan Kami tidak membinasakan sesuatu negeri pun, melainkan sesudah ada baginya orang-orang yang memberi peringatan;
28:59. Dan tidak adalah Tuhanmu membinasakan kota-kota, sebelum Dia mengutus di ibukota itu seorang rasul yang membacakan ayat-ayat Kami kepada mereka; dan tidak pernah (pula) Kami membinasakan kota-kota; kecuali penduduknya dalam keadaan melakukan kelaliman.
17:16. Dan jika Kami hendak membinasakan suatu negeri, maka Kami perintahkan kepada orang-orang yang hidup mewah di negeri itu (supaya menaati Allah) tetapi mereka melakukan kedurhakaan dalam negeri itu, maka sudah sepantasnya berlaku terhadapnya perkataan (ketentuan Kami), kemudian Kami hancurkan negeri itu sehancur-hancurnya.
Memohon perlindungan dari azab dan bencana
8:33. Dan Allah sekali-kali tidak akan mengazab mereka, sedang kamu berada di antara mereka. Dan tidaklah (pula) Allah akan mengazab mereka, sedang mereka meminta ampun.
11:117. Dan Tuhanmu sekali-kali tidak akan membinasakan negeri-negeri secara zalim, sedang penduduknya orang-orang yang berbuat kebaikan.
*) Yaitu dengan memohon ampunan Tuhan, berbuat kebaikan
Kebaikan yang kita lakukan akan mendatangkan rahmat bagi kita dan orang lain
7:56. Dan janganlah kamu membuat kerusakan di muka bumi, sesudah (Allah) memperbaikinya dan berdoalah kepada-Nya dengan rasa takut (tidak akan diterima) dan harapan (akan dikabulkan). Sesungguhnya rahmat Allah amat dekat kepada orang-orang yang berbuat baik.
18:82. Adapun dinding rumah itu adalah kepunyaan dua orang anak yatim di kota itu, dan di bawahnya ada harta benda simpanan bagi mereka berdua, sedang ayahnya adalah seorang yang saleh, maka Tuhanmu menghendaki agar supaya mereka sampai kepada kedewasaannya dan mengeluarkan simpanannya itu, sebagai rahmat dari Tuhanmu; dan bukanlah aku melakukannya itu menurut kemauanku sendiri. Demikian itu adalah tujuan perbuatan-perbuatan yang kamu tidak dapat sabar terhadapnya".
40:7. (Malaikat-malaikat) yang memikul Arasy dan malaikat yang berada di sekelilingnya bertasbih memuji Tuhannya dan mereka beriman kepada-Nya serta memintakan ampun bagi orang-orang yang beriman (seraya mengucapkan): "Ya Tuhan kami, rahmat dan ilmu Engkau meliputi segala sesuatu, maka berilah ampunan kepada orang-orang yang bertobat dan mengikuti jalan Engkau dan peliharalah mereka dari siksaan neraka yang menyala-nyala,
40:8. ya Tuhan kami, dan masukkanlah mereka ke dalam surga Adn yang telah Engkau janjikan kepada mereka dan orang-orang yang saleh di antara bapak-bapak mereka, dan istri-istri mereka, dan keturunan mereka semua. Sesungguhnya Engkaulah Yang Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana,
Sebaliknya, kejahatan/kerusakan yang diperbuat orang lain juga bisa menimpa kita (Karena kita tidak mencegahnya)
8:25. Dan peliharalah dirimu daripada siksaan yang tidak khusus menimpa orang-orang yang lalim saja di antara kamu. Dan ketahuilah bahwa Allah amat keras siksaan-Nya.
Darimanakah memulainya
Ya, dari diri sendiri kemudian dari keluarga. Hendaknya kita senantiasa berbuat kebaikan dan menanamkan dan memasyarakatkan kebaikan pada lingkungan sekitar. Dari keluarga-keluarga yang baik akan tercipta masyarakat yang baik, dan dari masyarakat-masyarakat yang baik akan tercipta sebuah negeri yang baik.
66:6. Hai orang-orang yang beriman, peliharalah dirimu dan keluargamu dari api neraka yang bahan bakarnya adalah manusia dan batu; penjaganya malaikat-malaikat yang kasar, yang keras, yang tidak mendurhakai Allah terhadap apa yang diperintahkan-Nya kepada mereka dan selalu mengerjakan apa yang diperintahkan.
34:15 ............. (Negerimu) adalah negeri yang baik dan (Tuhanmu) adalah Tuhan Yang Maha Pengampun".
Akhirnya kita memohon kepadaNya agar senantiasa memberikan petunjuk jalan yang benar, dengan senantiasa melakukan satu kebaikan ke kebaikan yang lainnya dan diberikan kebaikan pula di dunia dan akhirat, serta dijauhkan dari bencana, musibah, azab di dunia dan akhirat. Serta di kumpulkan bersama orang-orang yang di ridhoi Nya
4:69. Dan barang siapa yang menaati Allah dan Rasul (Nya), mereka itu akan bersama-sama dengan orang-orang yang dianugerahi nikmat oleh Allah, yaitu: Nabi-nabi, para shiddiiqiin, orang-orang yang mati syahid dan orang-orang saleh. Dan mereka itulah teman yang sebaik-baiknya.
Wa minallohi at taufiq wal hidayah
Wallohu a'lam
Blitar, 11 Juni 2008
Bismillahirrohmanirrohiem
7:96. Jika sekiranya penduduk negeri-negeri beriman dan bertakwa, pastilah Kami akan melimpahkan kepada mereka berkah dari langit dan bumi, tetapi mereka mendustakan (ayat-ayat Kami) itu, maka Kami siksa mereka disebabkan perbuatannya.
Kita memang tidak hidup sendirian di dunia ini. Ada ayah, bunda, kakek, nenek, istri/suami, anak, kakak, adik, paman, bibi, saudara, dst, yang disebut keluarga, kemudian ada tetangga, masyarakat desa, kota, dst propinsi dan negeri. Yang mungkin tanpa kita sadari perbuatan antara satu dengan yang lainnya baik individu maupun orang banyak / masyarakat bisa jadi mempunyai pengaruh langsung maupun tidak langsung, baik kepada manusia maupun alam sekitar (alam fisik).
Mungkin pengaruh pengaruh tersebut sudah diketahui oleh sebagian besar manusia, dan mungkin juga banyak yang menganggapnya angin lalu alias acuh tak acuh. Tingkah laku manusia (baik/buruk) mungkin berpengaruh sehingga mempengaruhi medan energi/materi yang ada disekitarnya sebagai respon terhadap tindakan mereka, sehingga menimbulkan hubungan timbal balik.
Dalam sosiofisika dapat diketahui pengaruh perbuatan manusia secara individu maupun secara kolektif terhadap lingkungan disekitarnya, apakah ia akan memperoleh respon positif (kebaikan) apakah akan memperoleh respon negatif (bencana, musibah, azab).
Manusia dan agama
Agama memberikan panduan manusia untuk senantiasa berbuat baik, untuk diri sendiri, keluarga, masyarakat, lingkungan alam, yang sebenarnyalah untuk kebaikan manusia itu sendiri karena akan memperoleh respon positif kembali dari usaha yang telah dilakukannya yang kemudian dikenal sebagai barokah, rahmat, karunia. sebaliknya mencegah dari perbuatan kerusakan, baik individu maupun kolektif agar tidak memperoleh respon negatif dari lingkungannya, yang kemudian dikenal sebagai bencana, musibah, maupun azab, karena alam ini mengikuti hukum Sunnatulloh yang telah ditetapkanNYA.
Perintah berbuat baik, dan larangan membuat kerusakan
28:77. Dan carilah pada apa yang telah dianugerahkan Allah kepadamu (kebahagiaan) negeri akhirat, dan janganlah kamu melupakan bahagianmu dari (kenikmatan) duniawi dan berbuat baiklah (kepada orang lain) sebagaimana Allah telah berbuat baik kepadamu, dan janganlah kamu berbuat kerusakan di (muka) bumi. Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang berbuat kerusakan.
Membuat kerusakan menuai azab dan bencana
30:41. Telah nampak kerusakan di darat dan di laut disebabkan karena perbuatan tangan manusia, supaya Allah merasakan kepada mereka sebahagian dari (akibat) perbuatan mereka, agar mereka kembali (ke jalan yang benar).
10:13. Dan sesungguhnya Kami telah membinasakan umat-umat yang sebelum kamu, ketika mereka berbuat kelaliman, padahal rasul-rasul mereka telah datang kepada mereka dengan membawa keterangan-keterangan yang nyata, tetapi mereka sekali-kali tidak hendak beriman. Demikianlah Kami memberi pembalasan kepada orang-orang yang berbuat dosa.
11:102. Dan begitulah azab Tuhanmu, apabila Dia mengazab penduduk negeri-negeri yang berbuat zalim. Sesungguhnya azab-Nya itu adalah sangat pedih lagi keras.
Sinyal / peringatan Tuhan
26:208. Dan Kami tidak membinasakan sesuatu negeri pun, melainkan sesudah ada baginya orang-orang yang memberi peringatan;
28:59. Dan tidak adalah Tuhanmu membinasakan kota-kota, sebelum Dia mengutus di ibukota itu seorang rasul yang membacakan ayat-ayat Kami kepada mereka; dan tidak pernah (pula) Kami membinasakan kota-kota; kecuali penduduknya dalam keadaan melakukan kelaliman.
17:16. Dan jika Kami hendak membinasakan suatu negeri, maka Kami perintahkan kepada orang-orang yang hidup mewah di negeri itu (supaya menaati Allah) tetapi mereka melakukan kedurhakaan dalam negeri itu, maka sudah sepantasnya berlaku terhadapnya perkataan (ketentuan Kami), kemudian Kami hancurkan negeri itu sehancur-hancurnya.
Memohon perlindungan dari azab dan bencana
8:33. Dan Allah sekali-kali tidak akan mengazab mereka, sedang kamu berada di antara mereka. Dan tidaklah (pula) Allah akan mengazab mereka, sedang mereka meminta ampun.
11:117. Dan Tuhanmu sekali-kali tidak akan membinasakan negeri-negeri secara zalim, sedang penduduknya orang-orang yang berbuat kebaikan.
*) Yaitu dengan memohon ampunan Tuhan, berbuat kebaikan
Kebaikan yang kita lakukan akan mendatangkan rahmat bagi kita dan orang lain
7:56. Dan janganlah kamu membuat kerusakan di muka bumi, sesudah (Allah) memperbaikinya dan berdoalah kepada-Nya dengan rasa takut (tidak akan diterima) dan harapan (akan dikabulkan). Sesungguhnya rahmat Allah amat dekat kepada orang-orang yang berbuat baik.
18:82. Adapun dinding rumah itu adalah kepunyaan dua orang anak yatim di kota itu, dan di bawahnya ada harta benda simpanan bagi mereka berdua, sedang ayahnya adalah seorang yang saleh, maka Tuhanmu menghendaki agar supaya mereka sampai kepada kedewasaannya dan mengeluarkan simpanannya itu, sebagai rahmat dari Tuhanmu; dan bukanlah aku melakukannya itu menurut kemauanku sendiri. Demikian itu adalah tujuan perbuatan-perbuatan yang kamu tidak dapat sabar terhadapnya".
40:7. (Malaikat-malaikat) yang memikul Arasy dan malaikat yang berada di sekelilingnya bertasbih memuji Tuhannya dan mereka beriman kepada-Nya serta memintakan ampun bagi orang-orang yang beriman (seraya mengucapkan): "Ya Tuhan kami, rahmat dan ilmu Engkau meliputi segala sesuatu, maka berilah ampunan kepada orang-orang yang bertobat dan mengikuti jalan Engkau dan peliharalah mereka dari siksaan neraka yang menyala-nyala,
40:8. ya Tuhan kami, dan masukkanlah mereka ke dalam surga Adn yang telah Engkau janjikan kepada mereka dan orang-orang yang saleh di antara bapak-bapak mereka, dan istri-istri mereka, dan keturunan mereka semua. Sesungguhnya Engkaulah Yang Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana,
Sebaliknya, kejahatan/kerusakan yang diperbuat orang lain juga bisa menimpa kita (Karena kita tidak mencegahnya)
8:25. Dan peliharalah dirimu daripada siksaan yang tidak khusus menimpa orang-orang yang lalim saja di antara kamu. Dan ketahuilah bahwa Allah amat keras siksaan-Nya.
Darimanakah memulainya
Ya, dari diri sendiri kemudian dari keluarga. Hendaknya kita senantiasa berbuat kebaikan dan menanamkan dan memasyarakatkan kebaikan pada lingkungan sekitar. Dari keluarga-keluarga yang baik akan tercipta masyarakat yang baik, dan dari masyarakat-masyarakat yang baik akan tercipta sebuah negeri yang baik.
66:6. Hai orang-orang yang beriman, peliharalah dirimu dan keluargamu dari api neraka yang bahan bakarnya adalah manusia dan batu; penjaganya malaikat-malaikat yang kasar, yang keras, yang tidak mendurhakai Allah terhadap apa yang diperintahkan-Nya kepada mereka dan selalu mengerjakan apa yang diperintahkan.
34:15 ............. (Negerimu) adalah negeri yang baik dan (Tuhanmu) adalah Tuhan Yang Maha Pengampun".
Akhirnya kita memohon kepadaNya agar senantiasa memberikan petunjuk jalan yang benar, dengan senantiasa melakukan satu kebaikan ke kebaikan yang lainnya dan diberikan kebaikan pula di dunia dan akhirat, serta dijauhkan dari bencana, musibah, azab di dunia dan akhirat. Serta di kumpulkan bersama orang-orang yang di ridhoi Nya
4:69. Dan barang siapa yang menaati Allah dan Rasul (Nya), mereka itu akan bersama-sama dengan orang-orang yang dianugerahi nikmat oleh Allah, yaitu: Nabi-nabi, para shiddiiqiin, orang-orang yang mati syahid dan orang-orang saleh. Dan mereka itulah teman yang sebaik-baiknya.
Wa minallohi at taufiq wal hidayah
Wallohu a'lam
Blitar, 11 Juni 2008
Langganan:
Postingan (Atom)